Gereja dan Masyarakat
Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka.
Gereja adalah persekutuan Umat Allah yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan menuju Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya (Gaudium et Spes, art. 1)
- Persekutuan umat milik Allah yang disatukan oleh Kristus,
- dibimbing oleh Roh Kudus
- dalam peziarahan menuju Kerajaan Bapa: Tujuan bukan di dunia ini, tetapi kehidupan kekal dalam Kerajaan Bapa
- telah menerima warta keselamatan: bekal dalam peziarahan
- untuk disampaikan kepada semua orang : bekal itu tidak untuk diri sendiri tetapi untuk dibagikan kepada semua orang, tanpa terkecuali
- telah menerima warta keselamatan : bekal dalam peziarahan
- untuk disampaikan kepada semua orang : bekal itu tidak untuk diri sendiri tetapi untuk dibagikan kepada semua orang, tanpa terkecuali
- persekutuan yang terlibat (tak terpisahkan) dalam kehidupan umat manusia dan sejarahnya
Gereja dipanggil untuk menjadi rumah Bapa, dengan pintu yang selalu terbuka lebar. Tanda konkrit keterbukaan tersebut adalah bahwa pintu gereja kita harus selalu terbuka, sehingga jika seseorang yang digerakkan oleh Roh, datang ke situ untuk mencari Tuhan, dia tidak mendapati pintunya tertutup…. Dia adalah rumah Bapa, di mana ada tempat bagi setiap orang dengan semua permasalahan mereka.(Evangelii Gaudium art. 47)
Jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik. Karenanya, kita merasa bahwa kita 100% patriotik sebab kita juga merasa 100% Katolik. Malahan, menurut perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah, sebagaimana tertulis dalamKatekismus, kita harus mengasihi Gereja Katolik, dan dengan demikian juga mengasihi negara, dengan segenap hati.(Soegijapranata, dikutip dalam Subanar (2005, hal. 82)
- Hidup dalam doa, sakramen dan selalu berpusat pada Ekaristi
- Terlibat dalam kebersamaan di paroki, stasi maupun
- lingkungan
- Mewartakan Kristus dalam kehidupan sehari-hari
- (berkatekese dan mendengarkan sabda Allah dalam keluarga)
- ambil bagian dalam pelayanan Gereja
- Terlibat aktif dalam hidup bermasyarakat jd saksi Kristus
- Pertemuan 1 Keluargaku Berakar dalam Kristus
- Pertemuan 2 Keluargaku Bertumbuh dalam Kristus
- Pertemuan 3 Keluargaku Berkembang dalam Kristus
- Pertemuan 4 Keluargaku Berbuah dalam Kristus
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” Kolose 2:7Berakar dalam Kristus melahirkan pribadi yang berintegritas dan perilaku yang bertanggungjawab.Akar yang kuat diperoleh dari baptisan, doa dan pendidikan iman dalam keluarga, mengikuti misa Kudus setiap hari minggu.
”Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon….” (Mat. 13:32)Rahmat Allah memang tidak tampak di depan mata kita, tetapi kuasa rahmat-Nya membuat hidup kita terus bertumbuh dan bermakna bagi orang lain.Ketika kita membiarkan benih Sabda Allah tertanam dalam hati kita dan membiarkan diri kita dijiwai oleh Roh Kudus, kehidupan spiritual kita bertumbuh serta berguna bagi kesejahteraan dan keselamatan sesama kita.Bertumbuh dalam Yesus ditandai dengan: membaca Kitab Suci, menerima sakramen Ekaristi (Komuni Pertama) dan sakramen Tobat.
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)Tanda kedewasaan iman dalam Kristus:- Kita memusatkan perhatian kepada Kristus, dan bukan kepada diri sendiri.- Kesediaan untuk memberikan diri kita untuk pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia - kita mau melayani daripada dilayani.- Hidup sesuai martabat kita sebagai anak-anak Allah, berani menjadi saksi-Nya, dan mengambil peran dalam tugas-tugas perutusan Gereja.Kedewasaan iman / berkembang dalam Kristus, ditandai dengan penerimaan Sakramen Krisma
“Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Matius 3:10
Pertumbuhan tanpa buah adalah percuma. Sebagaimana kalau kita menanam pohon rambutan atau sejenisnya, pastilah kita mengharapkan nantinya menghasilkan buah. Demikianlah juga Allah mau agar kita menghasilkan buah. Di dalam Yohanes 15:12 disebutkan bila ranting tidak berbuah akan dipotong, dan pohon yang tidak berbuah akan ditebang (Matius 3:10, Lukas 13:7-9). Buah yang dikehendaki Allah kita hasilkan adalah melakukan kehendakNya (bd.Matius 7:15-20).
Contoh buah : hidup sebagai orang Kristen yang baik, aktif dalam kegiatan kemasyarakat. Memenuhi panggilan hidupnya (selibat, atau menikah), dan hidup berguna bagi sesama



























